1 bulan lalu
13
00
Seouldrip🇰🇷

“Apa tidak bisa berlari lebih baik dari perwira wanita?”... Prajurit zaman sekarang protes karena kelelahan setelah berlari 3 km

Pada tanggal 1, sebuah video yang berisi pengalaman masa dinas militer dari seorang YouTuber bernama A, yang merupakan mantan perwira wanita, dibagikan di berbagai komunitas online dan menjadi topik hangat.

Dalam video tersebut, A mengenang situasi latihan fisik yang pernah ia lakukan bersama anggota peletonnya. Ia memulai ceritanya dengan mengatakan, “Saat itu kami melakukan lari 5 km, dan sering kali stamina anggota peleton lebih rendah daripada saya,” dan “Untuk meningkatkan stamina mereka, saya mulai berlari bersama para prajurit.”

Konflik terjadi setelah mereka berlari sekitar 3 km. Seorang sersan mendekati A dan memprotes, “Komandan peleton, apakah Anda tidak melihat anak-anak sedang kesulitan sekarang?”

A yang terkejut bertanya balik, “Apa yang baru saja kamu katakan kepada saya?”, namun sersan tersebut tidak menyerah dan menjawab, “Tidakkah Anda lihat? Anak-anak hampir mati karena kelelahan.” Akhirnya, A terpaksa mengakhiri lari lebih awal untuk menghindari pertengkaran lebih lanjut dengan para prajurit.

Setelah video tersebut tersebar, banyak netizen yang melontarkan kritik mengenai tingkat kebugaran fisik dan penurunan disiplin para prajurit militer.

Seorang netizen mengkritik dengan keras, “Jika seorang tentara merasa terbebani bahkan dengan lari 3 km, kita tidak punya pilihan selain mengkhawatirkan kemampuan tempurnya,” dan “Terlebih lagi, tindakan prajurit yang secara terang-terangan membangkang kepada komandan peleton adalah bentuk insubordinasi yang nyata.”

Ia melanjutkan, “Meningkatkan kesejahteraan prajurit itu bagus, tetapi saya ingin bertanya apakah situasi saat ini normal, di mana para komandan tidak dapat menjalankan wewenang komando mereka dengan benar karena terlalu mempedulikan perasaan para prajurit.”

Seorang netizen lain yang mengaku sebagai tentara aktif juga meningkatkan kritik dengan mengatakan, “Saya pernah melihat seorang prajurit berpangkat kopral duduk di kursi prioritas ibu hamil sambil memakai earphone dan hanya melihat smartphone-nya,” dan “Jika mereka tidak bisa mempelajari hal-hal dasar di dalam barak padahal mereka menjalankan kewajiban pertahanan negara, apa gunanya mereka dalam situasi perang?”

https://n.news.naver.com/article/009/0005687552

Sumber: https://theqoo.net/hot/4225304923

0
0
Komentar (0)
loading