"Bukankah Presiden juga melakukan hal ini"... Pria 40-an terlibat konfrontasi di TPS karena ingin menunjukkan surat suara
Keributan selama 10 menit... Pemungutan suara tetap berjalan normal
Pada hari pemilihan kepala daerah tanggal 3 Juni, terjadi keributan di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di Sejong, di mana seorang pria berusia 40-an terlibat konfrontasi dengan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena mencoba menunjukkan surat suara yang telah dicoblos kepada petugas pemilihan.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Kota Sejong dan Kantor Polisi Sejong Nambu pada tanggal 3, pria berinisial A (40-an) diketahui telah selesai mencoblos di sebuah TPS di Dajeong-dong, Kota Sejong sekitar pukul 06.29 pagi, namun ia tidak segera memasukkan surat suara tersebut ke kotak suara dan justru mencoba menunjukkannya kepada petugas pemilihan di sekitarnya.
Ketika petugas pemilihan mencoba mencegahnya, A dilaporkan mengatakan hal-hal seperti, "Bukankah Presiden juga melakukan hal ini?" dan "Tolong pastikan apakah saya sudah mencoblos dengan benar."
Setelah staf KPU menolak untuk memverifikasinya, A tetap berada di dalam TPS selama lebih dari 10 menit untuk melayangkan protes, dan baru bersedia keluar setelah menerima perintah dari polisi yang datang ke lokasi setelah menerima laporan.
Kasus ini telah dilaporkan ke layanan darurat 112, dan pihak kepolisian serta KPU sedang memeriksa situasi yang terjadi saat itu.
Keributan ini tidak menyebabkan penghentian pemungutan suara di TPS tersebut. Seorang pejabat KPU Kota Sejong mengatakan, "Prosesnya memang tidak berjalan lancar karena keributan tersebut, tetapi banyak orang yang mengantre untuk memberikan suara dan mereka tetap mencoblos secara bergiliran."
Polisi dan KPU telah memulangkan A dan sedang menyelidiki lebih lanjut detail situasi yang terjadi saat itu.
https://n.news.naver.com/article/469/0000934208
Sumber: https://theqoo.net/hot/4228110390