💡 Klik pada gambar untuk beralih antara versi asli dan terjemahan

3 bulan lalu
13
00
Seouldrip🇰🇷

“Suatu Saat Aku Akan Hidup Sendiri”… Persiapan Masa Tua bagi Rumah Tangga Tunggal

https://www.viva100.com/article/20250513501617

(Bagian teks dihilangkan)

◇ Menyiapkan Biaya Hidup Masa Tua dengan ‘Pensiun 3 Lapis’

Rumah tangga tunggal memikul beban ekonomi yang besar karena harus menanggung semua biaya hidup, termasuk biaya tempat tinggal, sendirian. Selain itu, karena sulit untuk mengharapkan dukungan dari keluarga, dana pensiun yang dapat menggantikan gaji bulanan sangatlah penting agar kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan dapat terpenuhi setelah pensiun. Oleh karena itu, selama masih aktif secara ekonomi, seseorang harus konsisten menyiapkan ‘pensiun 3 lapis’ yang terdiri dari pensiun nasional, pensiun karyawan, dan pensiun pribadi.

Sebagai contoh, asumsikan seorang karyawan membayar 9% dari gaji bulanannya untuk pensiun nasional dan menabung gaji satu bulan setiap tahunnya ke dalam pensiun karyawan. Jika ditambah dengan menabung sekitar 5-10% dari pendapatan bulanan untuk pensiun pribadi, maka masa tua yang lebih stabil dapat dipersiapkan.

Banyak karyawan yang mengetahui manfaat pajak akhir tahun dari iuran pensiun pribadi, namun sering kali mengabaikan fakta bahwa pensiun pribadi ini akan menjadi dana hidup yang krusial setelah pensiun. Namun, jika seseorang konsisten membayar pensiun pribadi seperti IRP (Individual Retirement Pension) sejak muda, hal itu tidak hanya memberikan manfaat pajak tetapi juga sangat membantu dalam pengumpulan dana masa tua. Dengan menggunakan pensiun nasional untuk biaya hidup dasar, pensiun karyawan untuk mengantisipasi masa kekosongan pendapatan, dan pensiun pribadi untuk menyediakan dana masa tua yang lebih longgar, rumah tangga tunggal pun dapat menyambut masa tua yang stabil dan sejahtera.

◇ Menciptakan ‘Pendapatan Kerja’ melalui Manajemen Diri yang Konsisten

Meskipun hidup sendiri, seseorang dapat menjalani hidup tanpa kesulitan besar selama kondisi ekonomi stabil dan kesehatan terjaga. Namun, berbagai masalah dapat muncul jika terjadi kesulitan ekonomi atau penurunan kesehatan. Terutama jika biaya hidup tidak mencukupi hanya dengan pensiun 3 lapis, maka akan muncul situasi di mana kekurangan tersebut harus ditutupi dengan bekerja.

Menurut survei Badan Statistik Korea, per tahun 2024, ditemukan bahwa 69,4% lansia berusia antara 55 hingga 79 tahun menjawab bahwa mereka ingin terus bekerja di masa depan. Sebagai alasannya, 55% menjawab ‘karena dapat membantu biaya hidup’. Hal ini menunjukkan bahwa mengelola karier dan kesehatan dengan baik untuk memperoleh pendapatan kerja sangat penting dalam menyiapkan biaya hidup guna menghadapi masa tua yang mungkin menjadi lebih panjang.

Di era suku bunga rendah seperti sekarang, semakin rendah suku bunga, maka nilai tabungan akan berkurang dan nilai pekerjaan akan meningkat. Sebagai contoh, jika seseorang menghasilkan 2 juta won per bulan melalui kerja kembali, jumlah ini setara dengan pendapatan bunga yang diperoleh dari deposito tunai sebesar 1 miliar won dengan suku bunga simpanan 2,5%. Selain itu, bekerja bukan sekadar mencari uang, tetapi juga memberikan rasa pencapaian dalam hidup serta sangat membantu dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

◇ ‘Stabilitas Tempat Tinggal’ Sangat Penting bagi Rumah Tangga Tunggal

Bagi rumah tangga tunggal, stabilitas tempat tinggal jauh lebih penting dibandingkan rumah tangga dengan banyak anggota karena beban biaya tempat tinggal seperti sewa bulanan sangat besar. Kenyataannya, rumah tangga tunggal memiliki rasio tinggal di rumah sewa yang lebih tinggi dibandingkan keseluruhan rumah tangga, dan sering kali tinggal di hunian kecil seperti studio (one-room). Karena harus menanggung biaya tempat tinggal sendirian, beban ekonomi terasa lebih berat. Terutama di kota besar, biaya sewa dan biaya hidup yang mahal dapat semakin meningkatkan beban rumah tangga tunggal.

Jika melihat tingkat kepemilikan rumah berdasarkan usia pada rumah tangga tunggal, kelompok usia 70-an adalah yang tertinggi dengan 49,4%. Diikuti oleh usia 60-an sebesar 43,4%, dan usia 50-an sebesar 37,6%. Rata-rata tingkat kepemilikan rumah bagi rumah tangga tunggal adalah 31,3%, yang hanya sekitar setengah dari tingkat kepemilikan rumah keseluruhan rumah tangga sebesar 56,4%. Terutama pada usia 50-an, perbedaan tingkat kepemilikan rumah terlihat paling besar, yaitu 27 poin persentase (P).

Karena rumah tangga tunggal mungkin memiliki peluang yang relatif lebih sedikit untuk memperoleh pendapatan, maka mengamankan stabilitas tempat tinggal melalui kepemilikan rumah sangatlah penting. Jika memiliki rumah, mereka juga dapat menambah kekuatan ekonomi masa tua dengan memanfaatkan sistem seperti pensiun rumah (home pension) setelah pensiun.

◇ ‘Hobi dan Komunitas’ sebagai Pengganti Keluarga adalah Keharusan

Ada pepatah yang mengatakan bahwa di masa tua, kesepian bisa menjadi ancaman yang lebih besar daripada kesulitan ekonomi. Terutama bagi rumah tangga tunggal, sangat disarankan untuk berpartisipasi dalam kegiatan klub atau komunitas untuk memiliki komunitas alternatif yang dapat menggantikan peran keluarga.

Menurut statistik, 44,3% lansia berusia 60 tahun ke atas di Korea ingin menghabiskan masa tua mereka dengan melakukan aktivitas hobi. Selanjutnya adalah aktivitas perjalanan/wisata sebesar 23,4%, dan aktivitas penghasil pendapatan sebesar 12,3%. Laki-laki cenderung lebih menyukai aktivitas hobi dan penghasil pendapatan, sementara perempuan lebih menyukai aktivitas keagamaan, perjalanan/wisata, dan aktivitas perawatan keluarga.

Menurut survei tahun 2023, aktivitas waktu luang yang paling memuaskan bagi rumah tangga tunggal adalah menonton TV sebesar 30,6%. Diikuti oleh jalan santai (28,8%) dan bertemu teman (18,5%). Terutama seiring bertambahnya usia, kecenderungan menonton TV menjadi lebih tinggi. Bagi rumah tangga tunggal yang mungkin lebih merasa kesepian di masa tua dibandingkan rumah tangga dengan banyak anggota, sangat penting untuk membangun dan berpartisipasi dalam jaringan seperti aktivitas hobi atau pertemuan komunitas yang dapat menggantikan keluarga.

◇ Menyiapkan Biaya Medis dan Biaya Perawatan Lebih Awal

Salah satu faktor terpenting yang menentukan kualitas hidup di masa tua adalah kesehatan. Terutama bagi rumah tangga tunggal lansia, bukan sekadar hidup lama, tetapi hidup sehat jauh lebih penting. Dalam kasus rumah tangga tunggal, kesulitan ekonomi lebih sering terjadi karena biaya medis yang besar dan tiba-tiba daripada biaya hidup harian. Karena sulit mendapatkan bantuan langsung dari keluarga, menyiapkan biaya medis dan biaya perawatan lebih awal adalah sebuah keharusan.

Terkait hal ini, terdapat konsep ‘usia sehat’ (healthy life expectancy), yaitu periode di mana seseorang dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan sehat, setelah mengecualikan periode menderita penyakit dari rata-rata usia harapan hidup. Menurut survei, setelah usia 65 tahun, pria di Korea menghabiskan sekitar 14,8 tahun dan wanita sekitar 19 tahun bersama dengan penyakit. Per tahun 2022, beban biaya medis tahunan per orang bagi lansia berusia 65 tahun ke atas adalah 1,236 juta won, yang mencapai sekitar 2,4 kali lipat dari rata-rata keseluruhan (513.000 won).

Agar rumah tangga tunggal dapat menjalani masa tua dengan stabil, menyiapkan biaya medis lebih awal dan mendaftar asuransi kesehatan seperti asuransi ganti rugi (실손보험) adalah cara yang baik untuk mengurangi beban. Yang terpenting, harus diingat bahwa mencegah penyakit melalui manajemen kesehatan yang konsisten adalah cara penghematan biaya medis yang paling efektif bagi rumah tangga tunggal.

◇ Siapa Pun Bisa Menjadi Rumah Tangga Tunggal

Kita hidup di era di mana kemungkinan siapa pun untuk menghadapi masa tua sendirian semakin tinggi karena perubahan bentuk rumah tangga dan penuaan populasi. Dukungan kebijakan dan kepedulian sosial sangat diperlukan agar rumah tangga tunggal dapat menjalani masa tua yang stabil, namun dukungan pemerintah atau masyarakat saja memiliki batasan. Jika individu tidak bersiap secara ekonomi dengan benar atau tidak menjaga kesehatan, mereka bisa mengalami kesulitan besar di masa tua. Oleh karena itu, upaya untuk bersiap secara mandiri lebih awal adalah hal yang terpenting.

Perlu memanfaatkan secara aktif pensiun 3 lapis seperti pensiun nasional, pensiun karyawan, dan pensiun pribadi untuk menyiapkan biaya hidup masa tua, serta memiliki lingkungan tempat tinggal yang stabil untuk mengurangi kecemasan ekonomi. Manajemen kesehatan juga sangat penting. Sebaik apa pun persiapan ekonomi, semua upaya bisa menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh kesehatan. Hanya dengan adanya upaya kemandirian ekonomi, manajemen kesehatan, dan menjaga jaringan hubungan sosial, rumah tangga tunggal pun dapat menyambut masa tua dengan stabil.

Sumber=Kang Eun-young, Peneliti di Institut Era 100 Tahun, NH Investment & Securities

Ringkasan=Reporter Yeom Jae-in yji@viva100.com

Aku menemukan artikel lama saat mencari tentang persiapan masa tua, tapi karena isinya terangkum dengan sangat baik, aku membawanya ke sini untuk berbagi dengan kalian semua.

Kalian semua bagaimana mempersiapkan masa tuanya?

Sumber: https://theqoo.net/hot/4192973451

0
0
Komentar (0)
Belum ada komentar